Genangan air berulang di lingkungan permukiman Kota Makassar kembali dikeluhkan warga.Masalah drainase dan hujan rutin mengganggu kenyamanan serta aktivitas harian.
Warga di Kota Makassar kembali mengeluhkan genangan air yang berulang di lingkungan tempat tinggal mereka setiap kali hujan turun.Genangan yang muncul tidak hanya terjadi sekali dua kali,melainkan menjadi masalah rutin yang terus terulang dan berdampak pada kenyamanan serta aktivitas sehari-hari masyarakat.Kondisi ini menimbulkan keresahan karena belum menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam jangka waktu https://desajatiwangi.my.id/.
Genangan biasanya mulai terlihat tak lama setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi berlangsung.Di sejumlah lingkungan permukiman,air mengumpul di jalan-jalan kecil,gang sempit,hingga halaman rumah warga.Genangan tersebut sering bertahan cukup lama meski hujan telah reda,sehingga menghambat aktivitas warga yang ingin beristirahat atau melakukan kegiatan lanjutan.
Bagi warga,genangan berulang menjadi sumber ketidaknyamanan yang nyata.Akses keluar masuk lingkungan menjadi sulit terutama bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling terdampak karena keterbatasan mobilitas serta risiko terpeleset di jalan yang licin.Kondisi ini memaksa warga lebih berhati-hati bahkan untuk aktivitas sederhana di sekitar rumah.
Aktivitas harian seperti berangkat kerja,berbelanja,atau mengantar anak sekolah kerap terganggu.Warga harus mencari jalur alternatif untuk menghindari genangan atau menunggu air surut terlebih dahulu.Hal ini menyebabkan keterlambatan dan menambah waktu tempuh perjalanan meski jarak yang dilalui relatif dekat.
Keluhan juga datang dari pelaku usaha rumahan dan pedagang kecil di lingkungan permukiman.Genangan air membuat pembeli enggan datang karena akses yang tidak nyaman.Akibatnya,pendapatan harian menurun terutama saat hujan turun berulang dalam beberapa hari.Permasalahan ini berdampak langsung pada ekonomi keluarga yang mengandalkan usaha skala kecil.
Salah satu faktor utama penyebab genangan berulang adalah kondisi drainase lingkungan yang dinilai tidak optimal.Saluran air yang sempit,tersumbat sampah,dan mengalami pendangkalan membuat aliran air hujan tidak lancar.Ketika debit meningkat,air dengan mudah meluap ke permukaan jalan dan area sekitar rumah.
Selain itu,kepadatan bangunan di lingkungan permukiman memperparah kondisi.Ruang terbuka dan area resapan semakin terbatas karena sebagian besar permukaan tertutup beton dan aspal.Air hujan yang seharusnya meresap ke tanah langsung menjadi limpasan yang membebani drainase.Ketika saluran tidak mampu menampung aliran,genangan pun menjadi tak terhindarkan.
Genangan yang berulang juga menimbulkan kekhawatiran dari sisi kesehatan lingkungan.Air yang bercampur lumpur dan limbah rumah tangga menciptakan kondisi lembap dan kotor.Warga khawatir terhadap munculnya penyakit berbasis lingkungan terutama saat genangan bertahan lama.Bau tidak sedap turut menurunkan kenyamanan tinggal di lingkungan tersebut.
Dari sisi infrastruktur,genangan yang sering terjadi mempercepat kerusakan jalan lingkungan.Lapisan permukaan jalan menjadi cepat terkelupas dan berlubang.Kerusakan ini meningkatkan risiko kecelakaan ringan serta menambah beban perbaikan di kemudian hari.Jalan lingkungan yang rusak juga memperparah genangan karena permukaan tidak rata.
Genangan berulang tidak hanya berdampak fisik tetapi juga memengaruhi psikologis warga.Rasa jengkel dan lelah muncul karena masalah yang sama terus terjadi tanpa solusi yang jelas.Warga merasa harus beradaptasi dengan kondisi yang seharusnya bisa diminimalkan jika pengelolaan lingkungan berjalan optimal.
Kondisi ini mendorong warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.Sebagian masyarakat mulai aktif membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing agar aliran tetap lancar.Kerja bakti bersama menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko genangan meski sifatnya masih terbatas.
Namun,upaya warga saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan penataan drainase yang lebih menyeluruh.Perbaikan dan peningkatan kapasitas saluran air menjadi kebutuhan penting terutama di kawasan padat permukiman.Perencanaan yang adaptif terhadap curah hujan tinggi diperlukan agar genangan tidak terus berulang setiap musim hujan.
Perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu juga menambah tantangan.Hujan dengan intensitas tinggi dapat terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung lebih lama.Kondisi ini membuat sistem drainase lingkungan yang tidak siap menjadi cepat kewalahan dan memicu genangan di banyak titik.
Warga berharap adanya solusi berkelanjutan agar masalah genangan berulang dapat dikurangi.Peningkatan kualitas drainase,perawatan rutin,dan kesadaran bersama menjadi kunci penting.Melalui kolaborasi antara masyarakat dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik,risiko genangan di permukiman dapat ditekan.
Keluhan warga Kota Makassar terkait genangan berulang mencerminkan persoalan lingkungan perkotaan yang kompleks.Diperlukan pendekatan terpadu antara perbaikan infrastruktur,penataan ruang,dan partisipasi masyarakat agar lingkungan permukiman menjadi lebih nyaman,aman,dan layak huni meski dihadapkan pada curah hujan yang tinggi.
