Home » Android » Pengertian Dan Jenis- Jenis Majas Beserta Contohnya

Pengertian Dan Jenis- Jenis Majas Beserta Contohnya

  • by

Pengertian Dan Jenis- Jenis Majas Majas disebut juga bahasa kias atau gaya bahasa, yaitu penyimpangan dari pemakaian Bahasa yang biasa, yang makna atau rangkaian katanya digunakan untuk menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu.

Berikut Jenis – Jenis Majas Dan Contohnya

Majas dibedakan menjadi majas pertentangan, perbandingan, pertautan dan perulangan.

Majas Pertentangan

Majas Pertentangan adalah majas yang mengandung unsur pertentangan antara sesuatu yang akan di nyatakan dengan situasiyang sesungguhnya.

a Hiperbola.
Hiperbola adalah majas yang mengandung pernyataan yang berlebihan atau membesar-besarkan suatu peristiwa.
Contoh :
– Tubuh wanita itu kurus kering semenjak di tinggal suami meninggal
– Ia terkejut setengah mati mendengar sahabatnya mengalami kecelakaan
b. Litotes
Merupakan majas yang digunakan untuk mengurangi atau memperhalus atau mengecilkan suatu peristiwa/kenyataan.
Contoh :
– Lain kali mampir ke gubug kami
– Hanya makanan seadanya yang dapat kami sajikan.
c. Ironi
Ironi adalah majas yang menggunakan kata yang bertentangan dengan peristiwa sesungguhnya dengan maksud menyindir secara halus.
Contoh :
– Pagi betul kau bangun hari ini, baru pukul 12:00
– Rajin sekali engkau nak, Dirumah engkau hanya maka minum dan tidur-tiduran
d. Oksimoron
Oksimoron adalah majas yang menyatakan sesuatu melaui dua penyataan yang bertentangan.
Contoh :
– Yang tetap dalam hidup ini adalah perubahan
– Olahraga balap sangat menarik meskipun membahayakan.
e. Paradoks
Adalah gaya Bahasa yang menggunakan hal-hal yang bertentangan dengan pendapat umum, tetapi bisa saja benar atau mengandung kebenaran.
Contoh :
– Banyak anak banyak rezeki
– Hatinya masih saja terasa sepi, tinggal di kota yang sangat ramai ini.
f. Anitesis
Anitesis merupakan gaya Bahasa yang menggunakan paduan kata-kata berantonim. Anistesis bersifat mempertentangkan bukan membandingkan.
Contoh :
– Tua ataupun muda, warga wajib mengikuti kerja bakti.
– Yang besar, yang kecil sama-sama lupa.

g.Kontradiksi
Kontradiksi adalah gaya Bahasa yang menggunakan kata kata yang menentang pernyataan.
Contoh : Tak seorang pun datang kecuali engkau.

2. Majas Perbandingan

Majas perbandingan merupakan majas yang membandingkan antara sesuatu yang akan di nyatakan dengan sesuatau yang lain.

a.Persenofikasi
Adalah majas yang membandingkan benda-benda mati dengan manusia, benda-benda mati dengan manusia, benda benda mati dibuat seolah memiliki sifat seperti manusia.
Contoh:
– Mata pisau itu tak berkedip menatapmu
– Tanaman padi di sawah melambai lambai tertiup angin.
b. Metafora
Metafora adalah Majas yang menyatakan sesuatu sebagai hal yang sebanding dengan hal lain yang sesungguhnya tidak sama. Metafora diungkapkan secara singat dan padat tanpa menggunakan kata pembanding.
Contoh:
– Dia baru bangun Ketika raja siang telah bersinar cerah
– Seluruh harta benda nya habis di lahap si jago merah
c. Perumpamaan
Perumpamaan adalah majas yang memperbandingkan dua hal yang pada hakikatnya berbeda tetapi dianggap sama. Majas ini menggunakan kata pembanding. Antara lain seperti, bagai, laksana, bagaikan,seumpama,semisal.
Contoh:
– Kakak beradikitu tak pernah rukun bagai anjing dengan kucing
– Setelah ayahnya meninggal ia seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

d. Alegori
Adalah majas perbandingan yang bertautan satu dengan yang lainnya dalam kesatuan utuh. Alegori merupakan metafora yang di perpanjang.
Contoh:
Hati-hatilah kamu dalam mendayung bahtera rumah tangga, mengarungi lautan kehidupan yang penuh dengan badai dan gelomang. Apabila suami istri, antara nahkoda dan jurumudinnya itu seia sekata dalam melayarkan bahteranya, niscaya ia akan sampai ke pulau tujuan.

3. Majas Pertautan

Majas Pertautan merupakan najas yang menautkan atau antara sesuatu dengan sesuatu yang lain.
a. Metonimia
Metonimia dapat diartikan sebagai pengertian yang sama di pergunakan sebagai pengertia yang lain. Majas metonimia menggunakan nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang, barang, atau hal lain sebagai penggantinya.
Contoh:
– Kemarin ia membeli kartini di toko itu (kartini merupakan nama majalah).
– Ia naik Garuda ke Jakarta (Garuda merupakan nama pesawat)
b. Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menggunakan pengertian yang satu untuk pengertian yang lain. Sinekdok di bedakan menjadi pars pro toto dan totem pro parte. Pars pro toto merupakan penyebutan sebagai untuk menyatatkan keseluruhan, sedangkan totem pro parte merupakan penyebut seluruh untuk menyatatkan Sebagian.
Contoh:
– Puluhan ekor ayam mati karena flu burung (Pars pro toto)
– Indonesia berhasil merebut juara satu olimpiade fisiKa (Totem pro parte)
c. Eufemisme
Eufemisme merupakan pemakaian ungkapan untuk menghindari pemakaian bentuk larangan atau bentuk yang ditabukan dalam berbahsa. Eufemisme agar suatu pernyataan menjadi lebih halus.
Contoh:
– Ali adalah anak orang yang tidak mampu
– Gadis itu masuk Lembaga pemasyarakatan karena kasus narkoba
d. Alusio
Adalah majas yang merujuk pada tokoh atau peristiwa yang sudah di ketahui Bersama.
Contoh :
– Sekarang, banyak Edy Tansil bermunculan.
– Kerusuhan mei 1988 jangan sampai terulang.
e. Elipsis
Elipsis merupakan majas yang menghilangkan salah satu unsur penting dalam kalimat lengkap.
Contoh :
– Sedang belajar. (penghilangan unsur subjek; dia,saa)
– Doni dan Tata ke Singapura (penghilangan unsur predikat: pergi).
f. Inversi adalah majas yang di dalamnya terdapat pengubahan susunan kallimat.

4. Majas Perulangan

a. Aliterasi
Aliterasi adalah majas yang permulaannya mempunyai bunyi yang sama.
Contoh :
– Lelaki tua putera madura
– Dara damba daku, dating dari danau
b. Repitisi
Repitisi adalah majas yang mengulang kata-kata sebagai penegasan yang dalam kalimat yang sama.
Contoh :
– “Salah, salah, angin dari sana. Kamu tukar tempat,” teriaknya.
– Terima kasih pujaanku, terima kasih pahlawanku, terima kasih bunga bangsaku.
c. Paralelisme
Paralelisme merupakan majas yang mengulang kata-kata yang ditulis dalam baris berbeda.
Contoh :
– Tiang tanpa akhir tanpa ada di atasnya
– Tiang tanpa topang apa di atasku
– Tiang tanpa akhir tanda dukaku
– Tiang tanpa siang tanpa malam tanpa waktu
d. Klasmus
Klasmus adalah majas yang berisi pengulangan dan merupakan inversi.
Contoh :
Banyak orang pintar yang mengaku dirinya bodoh, dan banyak orang bodoh mengaku dirinya pintar.

e. Antanaklasis
Antanaklasis adalah majas yang mengandung kata ulangan yang sama, tetapi makna berbeda.
Contoh : Kaki kanan laki-laki itu terluka karena dihajar oleh kaki tangan musuhnya.

Mudah-mudahan artikel tentang Pengertian Dan Jenis- Jenis Majas  bisa bermanfaat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *