Home » Latihan Soal Dan Jawaban » Jawaban Soal IPA Kelas 9 Sistem Reproduksi Manusia

Jawaban Soal IPA Kelas 9 Sistem Reproduksi Manusia

  • by

salam sejahtera buat siswa-siswi di seluruh indonesia, pada postingan kali ini admin akan bagikan Jawaban Soal IPA Kelas 9 Sistem Reproduksi Manusia. Soal ini tercantum di buku ipa kelas 9 revisi 2018, hal 49.

Berikut Soal IPA Kelas 9 Sistem Reproduksi Manusia

1. Jelaskan Proses Terjadinya Menstruasi dan Hormon Yang erperan!

2. Uterus atau rahim merupakan bagian dari sistem reproduksi pada mamalia. Sebutkan salah satu fungsi uterus.

3. Bagaimanakah cara penularan HIV/AIDS? Jelaskan pula cara pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS!

4.Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini !

5. Saat ovum mengalami pembuahan, zigot yang dihasilkan akan berkembang dan menempel pada dinding endoterium yang sudah menebal. Oleh karena itu, ketebalan endoterium harus dipertahankan selama kehamilan. Jelaskan mekanisme hormonal untuk mempertebal dan mempertahankan ketebalan dinding ketebalan endometrium! Buat Grafik hubungan hormon FSH dengan ketebalan Endometrium.

Berikut Jawaban  IPA Kelas 9 Sistem Reproduksi Manusia 

1. FSH yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari memicu perkembangan folikel dalam ovarium. Folikel yang berkembang akan menghasilkan hormon esterogen lalu disusul dengan hormon progesteron. Esterogen dan progesteron akan memicu dinding rahim untuk menebal mempersiapkan melekatnya embrio jika sel telur dibuahi. Esterogen yang dihasilkan memicu dikeluarkannya hormon LH oleh kelenjar pituitari. Hormon LH meningkat secara mendadak dan memicu pengeluaran sel telur dari folikel yang telah matang (ovulasi). Setelah sel telur keluar folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Sel telur yang diovulasikan akan bergerak menuju tuba falopi. Apabila tidak ada sel sperma yang membuahi maka korpus luteum akan berhenti memproduksi estrogen dan progesteron.
Rendahnya hormon estrogen dan progesteron menyebabkan rusaknya jaringan dinding rahimdan pecahnya pembuluh darah sehingga terjadilah menstruasi.

2. Fungsi uterus adalah melindungi bayi yang tumbuh, selain itu uterus merupakan tempat tumbuhnya embrio.

3. AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV. Seseorang dapat tertular virus HIV apabila melakukan kontak dengan penedrita seperti berhubungan seksual dengan orang yang memiliki HIV/AIDS atau menerima transfusi darah dari orang yang memiliki HIV/AIDS. Intinya HIV/AIDS dapat menular apabila seseorang bersinggungan dengan cairan yang berasal dari tubuh penderita seperti air mani, darah, dan air liur.Aktivitas seperti berbicara, berjabat tangan, dan berpelukan tidak akan membuat HIV/AIDS menular. Cara pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS adalah hindari seks bebas diluar nikah, hindari penggunaan jarum suntik secara bersama atau lebih dari satu kali pemakaian, melakukan hubungan badan hanya jika sudah menikah dan setia pada pasangan

4. Salah satu cara pencegahan polispermi adalah depolarisasi membrane sel telur. Depolarisasi membran sel telur meliputi perubahanperubahan potensial elektrik membran yang berlangsung dengan cepat, mungkin hanya beberapa detik segera setelah sperma memasuki telur. Seperti halnya dengan membran sel yang lain, membran sel telur dapat membangkitkan potensial membran yang berbeda yang disebut resting potensial membran. Pada telur yang telah dibuahi, resting potensial membrannya bermuatan negatif. Fusi tubulus akrosom sperma dengan membran plasma telur, menyebabkan membran plasma mengalami depolarisasi dengan cepat menyebabkan membrannya menjadi bermuatan positif, dan selama 2-3 detik potensial membran sel seluruhnya menjadi positif. Potensial membran yang positif menyebabkan sperma yang lain tidak dapat berfusi dengan membran plasma sel telur. Kejadian tersebut merupakan dasar penghambatan polispermi yang berlangsung dengan cepat.

5. Hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis merangsang pertumbuhan folikel. folikel sedang tumbuh tersebut menghasilkan hormon estrogen yang berfungsi merangsang pertumbuhan endometrium (penebalan dinding rahm). Setelah terjadi ovulasi, korpus luteum akan menghasilkan hormone progesterone yang akan mempertahankan ketebalan dinding endometrium yang memungkinkan terjadinya implantasi. Setelah terjadi kehamilan dan terbentuk plasenta, plasenta ini selanjutnya akan menghasilkan HCG (human chorionic Gonadotrophin) akan mempertahankan korpus luteum agar tidak berdegenarasi.

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *