Home » Health » Wajib Tahu !! Cara Mencegah Demam Berdarah dengan 3M

Wajib Tahu !! Cara Mencegah Demam Berdarah dengan 3M

  • by

CaraMencegah Demam Berdarah dengan 3M– Sebelum pada pecegahannya , kita harus mengetahui dan   mengenal DBD terlebih dahulu. Demam berdarah (DBD) adalah penyakit demam yang disebabkan oleh virus dengue, dengan agent Aedes aegypti dengan lingkungan banyak genangan atau penampungan air memungkinkan untuk berkembangbiaknya nyamuk.

Mencegah DBD dapat dilakukan dengan imunisasi vaksin demam berdarah, penyuluhan kesehatan, rutin melakukan “Gerakan 3 M” (Menguras, Menutup, Mengubur) dan fogging.

Virus dengue membutuhkan waktu berkisar selama 4-10 hari sampai timbulnya gejala, pasien yang sudah terinfeksi dengan virus dengue dapat menularkan infeksi (selama 4-5 hari : maksimum 12 hari) melalui nyamuk Aedes setelah gejala pertama mereka muncul. Oleh sebab itu, jagalah kesehatan dan lingkungan dengan melakukan “Gerakan 3 M” supaya terhindar dari penyakit DBD.

Berikut Cara Mencegah Demam Berdarah dengan 3M

  1. Pencegahan Primordial

Saat ini, cara untuk mengendalikan atau mencegah penularan virus demam berdarah adalah dengan memberikan penyuluhan yang sangat penting untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai bahaya nya DBD. Menurut Kemenkes RI (2018), di Indonesia dikenal dengan istilah 3M Plus dalam pencegahan primer DBD yaitu :
a. Menguras, tempat penampungan air dan membersihkan secara berkala, minimal seminggu sekali karena proses pematangan telur nyamuk Aedes 3-4 hari dan menjadi larva di hari ke 5-7. Seperti, di bak mandi dan kolam supaya mengurangi perkembangbiakan nyamuk.
b. Menutup, Tempat-tempat penampungan air. Jika setelah melakukan aktivitas yang berhubungan dengan tempat air sebaiknya anda menutupnya supaya nyamuk tidak bisa meletakkan telurnya kedalam tempat penampungan air.
c. Mengubur, kuburlah barang-barang yang sudah tidak layak dipakai yang dapat memungkinkan terjadinya genangan air.
d. Plus yang bisa dilakukan tergantung kreativitas Anda, misalnya :
1) Memelihara ikan cupang yang merupakan pemakan jentik nyamuk.
2) Menaburkan bubuk abate pada kolam atau bak tempat penampungan air, setidaknya 2 bulan sekali. Tidak hanya abate, kita juga bisa menambahkan zat lainnya yaitu altosoid pada tempat penampungan air dengan takara 2,5 gram/ 100 liter air. Abate dan altosoid bisa didapatkan di puskesmas, apotik atau toko bahan kimia.
3) Menggunakan obat nyamuk, baik obat nyamuk bakar, semprot atau elektrik.
4) Menggunakan krim pencegah gigitan nyamuk.
5) Melakukan pemasangan kawat kasa di lubang jendela/ventilasi untuk mengurangi akses masuk nyamuk ke dalam rumah.
6) Tidak membiasakan atau menghindari menggantung pakaian baik pakaian baru atau bekas di dalam rumah yang bias menjadi tempat istirahat nyamuk.
7) Sangat dianjurkan untuk memasang kelambu di tempat tidur.

     2. Pencegahan Primer

Beberapa bentuk pencegahan primer yaitu dengan pengendalian vektor dan implementasi vaksin. Saat ini vaksin dengue sudah ditemukan, akan tetapi belum ditetapkan sebagai imunisasi dasar lengkap oleh pemerintah sehingga harganya masih belum terjangkau oleh masyarakat umum (Susanto dkk, 2018).

     3. Pencegahan Sekunder

Untuk demam berdarah yang parah, dilakukan pengobatan medik oleh dokter atau perawat yang berpengalaman, pengobatan medik dapat menurunkan angka kematian lebih dari 20% sampai 1%. Menjaga volume cairan tubuh pasien adalah hal yang sangat kritikal untuk pasien dengan demam berdarah yang aparah. Diperlukan pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitar dengan melaporkan kejadian kepada instansi kesehatan setempat, mengisolasi atau waspada dengan menghindari penderita demam dari gigitan nyamuk pada siang hari dengan memasang kasa pada ruang perawatan penderita dengan menggunakan kelambu yang telah direndam dalam insektisida, atau lakukan penyemprotan tempat pemukiman dengan insektisida yang punya efek knock down terhadap nyamuk dewasa ataupun dengan insektisida yang meninggalkan residu. Lakukan investigasi terhadap kontak dan sumber infeksi : selidiki tempat tinggal penderita 2 minggu sebelum sakit.

     4. Pencegahan Tersier

Untuk penderita DBD yang telah sembuh, diharapkan menerapkan pencegahan primer dengan sempurna. Melakukan stratifikasi daerah rawan wabah DBD diperlukan bagi dinas kesehatan terkait.

Mudah mudahan artikel tentang Cara Mencegah Demam Berdarah bisa bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *