Home » Health » 6 Dampak Negatif Televisi Bagi Pelajar Yang Perlu Di Ketahui

6 Dampak Negatif Televisi Bagi Pelajar Yang Perlu Di Ketahui

  • by

 

Dampak Negatif Televisi

Dampak Negatif Televisi

Televisi (TV) merupakan salah satu media teknologi yang paling di minati  oleh semua golongan, Tak hanya informasi terkini yang kita jumpai, hiburan dan tontonnan bisa kita dapatkan, Akan tetapi banyak orang tua tidak menyadari bahwa tontonan dan hiburan di televisi bisat membawa dampak negatif yang cukup meluas terutama di kalangan pelajar.

Menurut catatan KPID Jawa Timur, anak Indonesia rata-rata menonton televisi selama 30-35 jam dalam seminggu. Benar-benar waktu yang lebih lama dari waktu belajarnya di sekolah. Dengan waktu menonton yang cukup lama tersebut, membuat anak lebih mudah terobsesi dengan apa yang dilihatnya di televisi.

Dan menurut hasil survei yang dilakukan oleh para ahli, perilaku nakal, dan berlaku kasar yang tertanam pada anak- anak di karenakan sering menonton hiburan kekerasan.

Untuk itu pada orang tua yang sayang pada anaknya agar bisa memfilter tontonan apa yang cocok untuk perkembangan psikologi anaknya atau tidak.

Berikut Dampak Negatif Televisi Bagi Pelajar

  • Berpengaruh Terhadap Perkembangan Otak

Masa Perkembangan otak anak yang berumur 0-36 bulan bisa menyebabkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman.

  • Mendorong Anak Menjadi Konsumtif

Target pengiklan yang utama adalah seorang anak-anak dan sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif

  • Berpengaruh Terhadap Sikap

Anak yang sering melihat Televisi yang  belum mempunyai daya kritis yang tinggi, besar kemungkinan terpengaruh oleh apa yang ditampilkan di televisi. Mereka bisa jadi berpikir bahwa semua orang dalam kelompok tertentu mempunyai sifat yang sama dengan orang di layar televisi. Hal ini akan mempengaruhi sikap mereka dan dapat terbawa hingga mereka dewasa.

  • Malas Untuk Belajar

Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar

  • Membentuk pola pikir sederhana

Terlalu banyak melihat Televisi dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan memiliki pola pikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan pada akhirnya akan mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, kreativitas dan perkembangan kognitifnya

  • Mengurangi konsentrasi

Rentang waktu konsentrasi anak hanya sekitar 7 menit, persis seperti acara dari iklan ke iklan, akan dapat membatasi daya konsentrasi anak.

Upaya Untuk Mencegah Dampak Negative dari tayangan Televisi

Manusia memanfaatkan televisi sebagai alat bantu yang paling efektif dan efisien. Informasi yang diinginkan oleh banyak orang hampir semuanya dapat diperoleh dari berbagai program dan tayangan berita di televisi yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan material. Kegiatan menonton berita di televisi sering tidak terencana dan bersifat tidak sadar. Apabila orangtua dari si anak dan remaja sedang menonton berita, mereka juga turut serta menontonnya. Televisi dapat dengan mudah melahap sebagian besar waktu sang anak yaitu waktu untuk belajar, membaca, menggambar atau membantu pekerjaan rumah tangga.

Di kala orang tua sudah selesai dengan segala aktivitasnya, mereka biasanya menonton televisi. Menonton bersama anak merupakan kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Namun secara tidak sadar orang tua terkadang lalai dalam memilih tayangan mana yang sebaiknya disaksikan oleh anak mereka. sebaiknya orang tua menentukan batasan bagi anak-anaknya setelah membatasi dirinya terlebih dahulu untuk menonton televisi. Kemudian mengikutsertakan anak dalam membuat batasan menonton juga menjadi cara efektif agar anak menjadikan kegiatan menonton televisi hanya sebagai pilihan bukan sebagai kebiasaan.

Orang tua harus bisa mengontrol anaknya dengan cara mengawasi sang anak pada saat menyaksikan program televisi, termasuk berita. Ketika tayangan berita tersebut mengandung unsur pornografis, kekerasan, dan hedonisme, maka orang tua harus dapat memberikan penjelasan hal mana saja yang patut dicontoh dan tidak. Untuk meminimalisir perubahan perilaku menyimpang pada anak mereka akibat adanya tayangan tersebut, orang tua sebaiknya mengusahakan agar televisi hanya sebagian kecil dari keseimbangan hidup anak. Utamakan waktu untuk bermain bersama teman-temannya, untuk membaca cerita dan istirahat, berjalan-jalan dan menikmati makan bersama keluarga. Umumnya anak dan remaja senang belajar dengan melakukan berbagai hal, baik sendiri maupun besama orang tuanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *