Panduan Pelaksanaan Pemungutan Dan Penghitungan Suara Di TPS PEMILU Tahun 2019

Pada Pemilu Tahun 2019, Pemilu akan diselenggarakan secara serentak. Pemilih pada Pemilu Tahun 2019 akan
mendapatkan 5 (lima) jenis Surat Suara di TPS. Pada kali ini admin akan bagikan mengenai Panduan Pelaksanaan Pemungutan Dan Penghitungan Suara Di TPS PEMILU Tahun 2019

Penghitungan Suara Di TPS PEMILU Tahun 2019

Tugas Dan Fungsi KPPS,Saksi,Panwaslu dalam Pemilu 2019

1.Pengertian KPPS
KPPS adalah Kelompok yang dibentuk oleh PPS atas nama KPU/KIP Kabupaten/
Kota untuk melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Tugas KPPS dalam melaksanakan pemungutan dan penghitungan
suara di TPS
salah satunya adalah dalam rangka mewujudkan
kedaulatan pemilih, melayani pemilih menggunakan hak pilih,
memberikan akses dan layanan kepada Pemilih disabilitas dalam
memberikan hak pilihnya

Saksi, Pengawas TPS dan Pemantau
A. Saksi
1) Menghadiri rapat pemungutan dan penghitungan suara di TPS dengan
membawa dan menyerahkan Surat Mandat paling lambat sebelum rapat
pemungutan suara dimulai, yang ditandatangani oleh:
a. Pasangan Calon atau Tim Kampanye tingkat kabupaten/kota atau
tingkat di atasnya, untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden;
b. Pimpinan Partai Politik tingkat Kabupaten/Kota atau tingkat di atasnya,
untuk Pemilu anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota;
dan
c. Calon Anggota DPD untuk Pemilu anggota DPD.
2) Menerima salinan berita acara dan sertifikat hasil penghitungan suara.
3) Mengajukan keberatan atas terjadinya kesalahan dan/atau pelanggaran
yang terjadi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara

Ketentuan jumlah Saksi:

Setiap Saksi Peserta Pemilu hanya dapat menjadi 1 (satu) Saksi

Peserta Pemilu

Jumlah Saksi dalam Surat Mandat paling banyak 2 (dua) orang

yang dapat bertugas secara bergantian untuk setiap Peserta Pemilu.

Apabila Saksi hadir setelah rapat pemungutan suara dimulai, KPPS dapat menerima Surat Mandat dari

Saksi dan mempersilahkan untuk mengikuti rapat

pemungutan suara

B.Pengawas TPS
1) Mengawasi persiapan dan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.
2) Mengawasi pergerakan hasil penghitungan suara dari TPS kepada PPK
melalui PPS.
3) Menyampaikan keberatan apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran administrasi pemungutan dan penghitungan suara.
4) Menerima salinan berita acara dan sertifikat hasil pemungutan dan
penghitungan suara.

Saksi dan Pengawas TPS dilarang untuk:
1)Memengaruhi dan mengintimidasi Pemilih dalam menentukan pilihannya.


2)Menggunakan seragam/atribut lain yang mencitrakanmendukung
atau menolak Peserta Pemilu tertentu

C. Pemantau
Pemantau diperbolehkan untuk:
1) Menghadiri persiapan rapat pemungutan dan penghitungan suara.
2) Memantau proses pemungutan dan penghitungan suara.
3) Menyampaikan temuan kepada Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/
Kota, Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa, atau Pengawas
TPS, apabila pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS
tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemantau dilarang untuk:
1) Mamasuki area TPS.
2) Memengaruhi dan mengintimidasi Pemilih dalam menentukan pilihannya.
3) Memihak kepada Peserta Pemilu.
4) Menggunakan seragam/atribut yang mencitrakan kesan mendukung
atau menolak Peserta Pemilu
5) Menerima atau memberikan hadiah/imbalan/fasilitas apapun dari/atau
kepada Peserta Pemilu.

Hal-hal yang diperhatikan KPPS dalam
Pemungutan Suara di TPS

  1. Bersikap jujur
  2. Memastikan setiap anggota KPPS & Petugas Ketertiban mengetahui
    tugas & kewajibannya
  3. Memastikan pengumuman hari, tanggal dan waktu serta lokasi
    pemungutan suara sudah diumumkan kepada Pemilih paling lambat
    tanggal 12 April 2019.
  4. Memastikan formulir Model C6-KPU telah terdistribusi kepada semua
    Pemilih paling lambat tanggal 14 April 2019.
  5. Mengembalikan formulir Model C6-KPU yang tidak terdistribusikan
    kepada PPS menggunakan Berita Acara formulir Model BA.C6-KPU,
    1 (satu) hari sebelum pemungutan suara.
  6. Memastikan logistik pemungutan dan penghitungan suara sudah
    sesuai dengan kebutuhan dan dalam keadaan tersegel.
  7. KPPS tidak menggunakan atribut yang mencitrakan keberpihakan
    kepada Peserta Pemilu.
  8. Memeriksa seluruh jari Pemilih untuk memastikan Pemilih belum menggunakan hak pilih di TPS lain.
  9. KPPS dilarang menyediakan tissue atau kain lap yang dapat menghapus
    tanda tinta di jari Pemilih.
  10. Memastikan Pemilih DPT dan DPTb membawa dan menunjukkan
    KTP-el/Suket/KK/Paspor/SIM.
  11. Memastikan Pemilih DPK membawa dan menunjukkan KTP-el.
  12. Memberikan informasi tentang cara penggunaan hak pilih secara
    terus menerus di TPS.
  13. Memberikan kesempatan yang sama kepada Saksi untuk
    menyampaikan keberatan Saksi.
  14. Menyelesaikan/menindaklanjuti segera keberatan Saksi dan/ atau
    Pengawas TPS yang dapat diterima dengan segera.
  15. Apabila tidak terdapat kejadian khusus, wajib membuatnya dengan
    menggunakan formulir Model C2-KPU dengan menuliskan kalimat
    “NIHIL”
  16. Melakukan pengisian formulir dengan cermat dan teli

Admin

Keberhasilan Yang Nyata adalah Sesuai Tekad Dan Kerja Keras Kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *