EKSISTENSI PERUBAHAN SOSIAL

EKSISTENSI PERUBAHAN SOSIAL

EKSISTENSI PERUBAHAN SOSIALPara sosiolog dan ahli-ahli lain yang mengemukakan teori-teori tentang perubahan sosial dan kebudayaan. Soekanto s. (1982) dalam buku Sosiologi Suatu Pengantar menyebutkan beberapa arti perubahan sosial menurut para ahli, yaitu:

1.William F. Ogburn mengemukakan bahwa lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang bersifat material maupun immaterial.

Mac iver menyebutkan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah ekspresi jiwa yang terwujud dalam cara-cara hidup dan berfikir, pergaulan hidup, seni kesusastraan, agama, rekreasi, dan hiburan.

Gilin dan Gilin mengatakan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, yang disebabkan baik perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan materiil, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.

Selo soemardjan menyebutkan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah segala perubahan pada Lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termaksud di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Kingsley davis menyebutkan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan dan seterusnya yang menyebabkan perubahan-perubahan organisasi ekonomi dan politik.

Samuel Koening mengatakan bahwa perubahan sosial, menunjukkan pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi ini terjadi karena intern maupun ekstern.

Dapat dikatakan bahwa perubahan sosial adalah segala proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi-fungsi suatu sistem sosial. Perubahan sosial adalah perubahan Lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam lingkup hidup masyarakat yang pada akhirnya mempengaruhi sistem sosialnya, termaksud di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok di dalam masyarakat.

Bentuk-bentuk perubahan sosial.
Perubahan sosial meliputi jenis-jenis sebagai berikut.
Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu yang lama di mana terdapat suatu rentetan perubahan-perubahan kecil yang sering mengikuti dengan lambat, dinamakan evolusi.
Perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang besar pengaruhnya, perubahan-perubahan yang kecil pengaruhnya adalah perubahan-perubahan pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat.
Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan. Perubahan yang dkehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam msyarakat. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupaka perubahan-perubaha yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan oleh masyarakat.

Sebab-sebab terjadinya perubahan sosial
Terjadinya perubahan sosial dapat disebabkan oleh kondisi masyarakat itu sendiridan ada pula yang datangnya akibat pengaruh dari masyarakat lain atau dari alam sekitarnya.
Penyebab yang datangnta dari masyarakat
Ada beberapa factor internal yang menjadi penyebab munculnya perubahan sosial yaitu:

Perubahan penduduk

Perubahan penduduk berarti bertambah atau berkurangnya penduduk dalam suatu masyarakat. Hal itu dapat disebabkan oleh adanya kelahiran dan kematian, namun juga bisa adanya perpindahan penduduk baik transmigrasi maupun urbanisasi.

Penemuan-penemuan baru

Perubahan sosial terjadi sebagai akibat masuknya ide-ide pembaruan yang diadopsi oleh para anggota sistem sosial yang bersangkutan.
Pertentangan atau konflik masyarakat
Kehidupan suatu masyarakat mungkin pula menjadi penyebab terjadinya perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan.
Terjadinya revolusi intern di dalam masyarakat
Revolusi bulan Oktober 1917 di Rusia telah menyebabkan terjadinya perubahan besar.

1.Penyebab yang berasal dari luar masyarakat
Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia. Sebab-sebab yang bersumber pada lingkunagn alam fisik disebabkan oleh tindakan warga-warga masyarakat itu sendiri.

A. Peperangan dengan negara lain dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan karena biasanya negara yang menang akan memaksa negara yang takluk untuk menerima kebudayaannya sebagai kebudayaan yang lebih tinggi tarafnya.

Pengaruh kebudayaan masyarakat lain.

Apabila sebab-sebab perubahan tersebut bersumber pada masyarakat lain maka perubahan tersebut mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain yang melancarkan pengaruhnya.

EKSISTENSI PENDIDIKAN

Pendidikan dalam konteks Indonesia dipahami sebagai “Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara” (Pasal 1 ayat 1).

Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakn secara formal di lingkungan persekolahan. Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar lingkungan sekolah. Pendidikan nonformal diselenggarakan dengan fungsi untuk melengkapi, mengganti atau menambah peran yang dilakukan oleh pendidikan sekolah.

Pendidikan informal merupakan pendidikan yang diselenggarakn di lingkungan keluarga. Perpaduan ketiga jalur pendidikan, yakni pendikan formal, nonformal, dan informal, pendidikan semakin jelas hasrat mulianya, yakni untuk memberikan pelayanan, bimbingan, binaan, arahan, tuntunan, dan keteladanan khususnya tentang nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan bagi seluruh warga masyarakat di sepanjang hayatnya, tanpa membedakan usia, kelamin, suku, agama, budaya, dan lingkungan.
Eksistensi pendidikan juga menjadi perhatian utama organisasi kelas dunia, yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menetapkan UNESCO (United Nation for Education, Science, and Culture) sebagai badan yang mengurusi masalah-masalah pendidikan di tingkat internasional. UNESCO merumuskan pendidikan itu secara lebih luas adalah:

  • Learning how to think (belajar bagaimana berfikir);
    Learning how to do (belajar bagaimana melakukan);
    Learning how to be (belajar bagaimana menjadi);
    Learning how to learn (belajar bagaimana belajar);
    Learning how to live together (belajar bagaiman hidup Bersama).

Admin

Keberhasilan Yang Nyata adalah Sesuai Tekad Dan Kerja Keras Kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *